Menunggu Datangnya HTML 5

Saat ini Internet telah memasuki era web 2.0, era dimana situs-situs web tidak lagi menyajikan konten secara kaku dan statis. Tampilan konten di dalam web dibalut dengan tata letak yang artistik. Informasi disuguhkan kepada pengunjung secara dinamis dan menarik. Konten yang disajikan juga bukan hanya berupa teks tetapi juga berkas multimedia seperti video dan audio. Terlebih lagi, pengunjung tidak melulu disuapi informasi oleh website. Mereka bisa memberikan umpan balik atau tanggapan terhadap konten yang disajikan. Inilah salah satu kunci dari Web 2.0 yang membedakannya dengan Web 1.0, komunikasi dua arah.

Semua hal yang didisebutkan diatas tidak mungkin terjadi tanpa adanya teknologi web dibelakangnya. Penampilan website yang cantik dengan tata letak menawan dapat tersaji karena adanya CSS. Animasi gambar dan mini-games yang ada di website-website bisa dibuat karena ada teknologi Flash. Efek-efek di website seperti teks yang mengikuti cursor, tetesan hujan, drag-n-drop, dan lain sebagainya diciptakan dengan Javascript. Website GMail yang bisa menampilkan pesan terbaru tanpa perlu berganti halaman bisa terwujud berkat AJAX. Terakhir, teknologi paling penting di web, suatu bahasa markup yang menjadi dasar dari semua teknologi-teknologi web yang lain : HTML.

Berkas HTML yang biasa kita temui di internet sekarang ini menggunakan format HTML versi 4. Semua browser telah mendukung penuh HTML versi 4 dengan sangat baik, ini bisa dibuktikan dengan tampilan berkas HTML 4 murni (tanpa CSS dan javascript) yang konsisten di tiap browser. Meskipun begitu, bukan berarti HTML 4 tidak memiliki kekurangan. Salah satu kekurangan yang paling mencolok adalah tidak adanya fitur untuk memainkan berkas multimedia. Seperti yang kita ketahui, untuk memainkan berkas multimedia, HTML 4 memerlukan teknologi Flash, contohnya bisa anda lihat pada website YouTube. HTML 5 hadir untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut. HTML 5 menyediakan fitur-fitur seperti adanya tag <video> dan <audio> untuk memainkan berkas multimedia, dukungan drag n drop, penambahan tag <canvas> untuk menggambar grafik 2D langsung. Beberapa tag untuk mengubah penampilan seperti <font> dan <center> dihapus dari HTML 5, semua tugas untuk mengubah efek tampilan dan tata letak kini diserahkan pada CSS.

Format HTML 5 mulai dikembangkan sejak tahun 2004 oleh WHATWG, suatu organisasi yang anggotanya memiliki kepentingan terhadap perkembangan web. W3C lalu mengambil alih pengembangan HTML 5 pada tahun 2007. Draft pertama HTML 5 diterbitkan pada 22 Januari 2008. Sampai saat ini belum ada browser yang mendukung format HTML 5. Namun, firefox 3.1 direncanakan mulai mendukung sebagian kecil dari tag HTML 5 seperti <video> dan <audio>. Firefox akan memakai codec ogg vorbis dan theora untuk memainkan berkas multimedia yang tercantum dalam tag <video> dan <audio>.

Berbicara mengenai codec, sebenarnya dalam HTML 5 diusulkan untuk memakai ogg vorbis dan theora sebagai codec-nya. Namun, pihak Nokia dan Apple tidak setuju dengan usulan tersebut. Usulan alternatif untuk memakai codec H.264, AAC, atau MP3 juga ditolak oleh pihak Mozilla dan Opera. Akhirnya diputuskan kalau HTML 5 tidak menyebutkan codec yang dipakai secara spesifik. Semuanya diserahkan kepada pasar dan pengembang browser. Mungkin kita bisa tahu codec apa yang akan banyak dipakai browser dan website setelah 2-4 tahun. Saat dimana semua browser telah mendukung penuh HTML 5. Memang butuh waktu yang lama bagi pengembang browser untuk menerapkan HTML 5 tetapi kita hanya bisa menunggu dengan sabar…

Tulisan ini bisa dibaca di buletin Boolean edisi Terbaru. Boolean adalah buletin yang diterbitkan di Fasilkom UI.

Sumber Tulisan:

Artikel yang berhubungan:

Berlangganan Bungcip/Gigih lewat email

Preview | Powered by FeedBlitz

Komentar untuk "Menunggu Datangnya HTML 5"


Tinggalkan Komentar


) P D ( sorry popcorn ngacir sensor nocomment toss tipi tendang sombong sinchan sial senam nyerah ngiler nggaya T_T musik males love konslet kembar gatau damn bye ayuk sundul repost notigo