Bingung mau nulis apa… (Bagian Dua)

Di Suatu Warteg yang mungil di pinggiran desa terjadilah kejadian yang tidak biasa terjadi di wilayah itu. Ini semua berawal dari kedatangan seorang pemuda aneh ke warteg itu. Ya, Aneh karena pemuda itu menenteng laptop ditangannya, suatu hal langka di desa yang tidak seorangpun penduduk punya komputer, benda paling canggih yang penduduk desa itu miliki hanya handphone bekas.

“Mbak, saya mau makan mbak,” ucap si pemuda.

“Mau makan apa mas? Nasinya setengah apa penuh?” jawab si embak.

Dan kelanjutan percakapan diatas sudah bisa ditebak jadi tidak perlu ditulis. Sekarang si pemuda itu mencari tempat untuk makan, dia melihat dua pemuda lain duduk diseberang meja. Langsung saja dia permisi untuk bergabung duduk disana, obrolan pun dimulai.

“Mas, boleh saya duduk disitu?” tanya si pemuda.

“Silakan, disini kosong kok.”

Lanjutan obrolan diataspun seharusnya bisa ditebak, mereka berkenalan satu sama lain. Pemuda yang menenteng laptop itu bernama bungcip sedangkan dua pemuda lainnya bernama bang Un dan mas Ak. Nah, setelah ini barulah ada menarik di obrolan mereka.

“bungcip, sampeyan lagi ngapain?” tanya si bang Un

“Oh, saya lagi nulis artikel di blog saya”

“Wah, boleh saya lihat? Saya seneng ngeliat yang ginian”

Rupanya bang Un tergolong orang yang berpendidikan walau cuma lulusan SMA, beda sama mas Ak yang hanya tamat SD, mas Ak cuma bisa terbengong-bengong sendirian. Bang Un pun bisa nyambung bicara sama si bungcip, mereka bicara ngalor-ngidul tentang blog, komputer, dan internet.

“bungcip, kok kamu nulis download dengan kata unduh sih?” tanya bang Un

“sebenarnya sih saya cuma ingin membiasakan diri pakai istilah Indonesia, kalau ada istilah asing yang udah ada padanannya biasanya aku pakai yang bahasa indonesia.” jawab bungcip

“Duh, kalau orang nggak paham gimana? Saya baca artikel sampeyan tadi pertama-tama bingung, ini maksudnya apa coba?”

“Memang sih kalau kata-kata tersebut masih asing di kalangan umum tapi biasanya saya kasih keterangan istilah asingnya kok.”

“Hmm….”

“Hmm…,” gumam si bungcip juga, “Ya udah, saya mau pergi dulu yah, udah sore. Tuh bangunin mas Ak, tidur terus dari tadi.”

Kejadian aneh itu berakhir disini.

Disclaimer:

Cerita diatas hanyalah fiksi belaka. Apabila ada kesamaan nama tokoh atau tempat kejadian itu semua hanyalah imajinasi anda belaka.

Artikel yang berhubungan:

Berlangganan Bungcip/Gigih lewat email

Preview | Powered by FeedBlitz

Komentar untuk "Bingung mau nulis apa… (Bagian Dua)"

  • bimoweb.com 18 February 2008 pukul 12:59 pm 1

    Pertamaxxxx,
    btw inti ceritanya apa mas?kayaknya kok ga ada klimaksnya, meski cerita bersambung kayaknya ada klimaksnya deh, sinetron itu juga ada kok

    balas

    bungcip18 February 2008 pukul 1:12 pm

    He..he.. judulnya kan udah jelas, bingung mau nulis apa…
    jadi aku nulis asal aja ha..ha..ha yang penting nulis

    balas

  • Faris 19 February 2008 pukul 9:28 am 2

    Endingnya ganti dong,
    dari “Kejadian aneh itu berakhir disini.” jadi
    “Kejadian aneh itu akan dilanjutkan di kemudian hari..” P

    balas


Tinggalkan Komentar


) P D ( sorry popcorn ngacir sensor nocomment toss tipi tendang sombong sinchan sial senam nyerah ngiler nggaya T_T musik males love konslet kembar gatau damn bye ayuk sundul repost notigo